Bahaya Fluoride


Mulai saat ini Anda harus berhati-hati dalam memilih pasta gigi, terutama bagi kesehatan buah hati. Bahan yang terkandung dalam pasta gigi ternyata bisa merusak kesehatan gigi. Salah satunya adalah penggunaan fluoride. Fluoride merupakan bahan kimia yang terkandung hampir di setiap pasta gigi dan beberapa jenis obat-obatan. Selama ini fluoride yang digembar-gemborkan baik untuk gigi, namun ternyata fluoride terbukti menunjukkan fakta-fakta yang dapat merusak kesehatan.

Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universtias Prima Indonesia Prof DR drg Monang Panjaitan MS MA, dalam seminar kesehatan yang mengambil tema ‘Ada Apa di Balik Fluoride dan Aspartamin’ di Hotel Madani Medan pekan kemarin. Monang mengatakan, bahwa fluor secara alamiah berupa mineral. Biasanya fluor ini ditambahkan ke dalam air minum. Dan umum ditemukan di dalam pasta gigi.
Riset dari Health Authoritie, seperti The American Dental Association and The World Health Organization, menganjurkan penambahan fluoride ke dalam air minum dan merekomendasikan menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride pada usia yang tepat.
Fluoride yang merupakan unsur alam ini dapat mencegah secara sistematik tooth decay jika diinjeksikan selama pertumbuhan gigi. Dan secara topikal, jika diaplikasikan pada gigi yang mengalami erupsi.
Selain itu, fluoride dapat menurunkan solubilitas email (enamel) oleh asam dengan mengkonversi hidroeksipatit menjadi fluorapatit yang sukar larut. “Fluorida secara langsung juga dapat memengaruhi plaque gigi dengan mengurangi kemampuan plaque organisme untuk menghasilkan asam, serta mendorong remineralisasi atau perbaikan email gigi di area yang mengalami demineralisasi oleh asam,” jelas Monang memaparkan.

Untuk efeknya sendiri, lanjut Monang, fluoride terdiri dalam dua bentuk, yakni topical dan sistemik. Topical berfungsi untuk menguatkan gigi, biasanya terdapat pada pasta gigi dan mouth rinsese. Dalam metode ini fluoride diinkorporasikan ke permukaan gigi, sehingga lebih resisten terhadap decay. Sedangkan fluoride sistemik, diinjeksi masuk ke tubuh dan diinkorporosikan ke dalam struktur gigi.
“Efek remineralisasi fluorida adalah hal yang sangat penting. Ion fluorida di dalam dan di permukaan email bertindak tidak hanya lebih resisten terhadap decay gigi tetapi juga melindungi dari asam hasil decay bakteri,” papar Monang.
Namun, tambahnya, laju decay akan menurun pada kawasan di mana fluoride ditambahkan ke persediaan air, yang merupakan unsur tambahan yang dibutuhkan pada tulang dan gigi, yang mana pada bagian ini terdapat kristal apatit yang mengandung kalsium, fosfat dan magnesium. Sehingga mudah terjadi reaksi antara fluor dengan gigi dan tulang.
“Pada kasus berlebihan, bisa terjadi fluorosis pada gigi. Di mana fluor diekskresikan melalui urine kira-kira 50 persen, dan sisanya melalui feaces, juga keringat (sebagian kecil),” serunya.

Pemakaian Fluor Sehari-hari
Penggunaan fluoride sudah begitu familiar di masyarakat. Secara sistemik fluoride terdiri dari, fluoridasi air minum, pemberian fluor dalam bentuk tablet, dan garam dapur yang ditambahkan fluor. Sedangkan secara lokal, ada di sikat gigi dengan pasta fluor, serta kumur-kumur mengandung larutan fluor.
Untuk fluoridasi air minum, keuntungannya adalah bahwa frekuensi karies menurun sampai 60 persen, hal ini dapat mengurangi meloklusi, mengurangi penyakit priodontal, menambah kekuatan tulang terhadap fraktur, serta dari aspek ekonomis, mengurangi waktu terbuang.
“Namun, bagi masyarakat yang tinggal di negara-negara daerah tropis, dianjurkan jangan banyak-banyak minum teh. Karena, dalam kandungan teh, juga terdapat fluoride,” terang Monang.Bila pemberian fluor dalam bentuk tablet, dianjurkan bila konsentrasi sumber air minum rendah, antara 0,1-0,3 ppm, dan harus sudah berusia di atas 3 tahun, itupun dengan takaran sekitar 1 mg fluor ion.

Jeli Memilih Pasta Gigi untuk Anak
Lebih jauh Monang mengungkapkan, berdasarkan pengamatan yang sudah ada, efek lokal yang biasa muncul berupa enamel menjadi tahan terhadap menineralisasi asam. Hal ini dapat memacu proses remineralisasi, menghambat sistem ezim mikrobiologi, di mana akan merubah KH menjadi asam. Serta dapat menghambat koloniosasi mikroorganisme.
Meski begitu, ada manfaat dan kerugian apabila kita memakai pasta gigi yang mengandung fluoride. Untuk manfaatnya, bila dengan  konsentrasi 250-500 ppm, kalsium hidroksi apatit, maka kalsium fluoro apatit dapat membuat gigi lebih tahan terhadap asam.
Sedangkan kerugiannya, bila konsentrasi tidak tepat, seperti pasta gigi anak hampir semua kons di atas 1000 ppm, dapat berisiko fluorosis gigi. Karena anak-anak masih berumur 2 tahun, kebanyakan belum bisa berkumur saat menyikat gigi. Bahayanya adalah saat pasta gigi yang dipakai mengandung fluor tersebut tertelan oleh anak.
Berdasarkan survei Lembaga Kesehatan Jakarta/PIRC, konsentrasi fluor dalam pasta gigi di Indonesia memiliki kandungan yang cukup tinggi, yakni lebih dari 1 ppm. “Ini sangat berbahaya. Bisa mengakibatkan gigi fluorosis, berubah menjadi warna coklat ke abu-abuan, serta astetis tidak baik. Serta gigi akan mudah patah atau rapuh,” seru Monang.
Selain itu, ada kontrovesi lain dari pemakaian fluor, berdasarkan penelitian dr John C di tahun 1990 pada 6000 anak pengguna fluor, ditemukan efek negatif, di mana anak-anak tersebut menderita gigi kropos atau fluorosis. Sedangkan berdasarkan penelitian di China, flour telah mengakibatkan tulang menjadi kropos, menurunkan tingkat kesuburan, karsinogenik/bersifat toxic, serta memengaruhi negatif sistem saraf, bahkan hingga dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh.
Untuk itu, Monang menyarakan, bila tidak ingin memakai fluoride, sebaiknya kumur-kumur dengan menggunakan larutan teh hijau  dengan kandungan 0,2 persen tiap Pasalnya, teh hijau mengandung senyawa antioksidan (polyphenol/cathecin) dan fluor dengan kadar 1,16 ppm. “Dengan begitu, dapat mengurangi plak dengan memengaruhi kerja bakteri di dalam mulut,” pungkasnya.

Yuni

Leave a Reply

Powered by WordPress | Theme by Cyber Seph Entries RSS Comments RSS